Wednesday, 10 October 2012

visi dan misi


Visi dan Misi

VISI SEKOLAH
Unggul dalam Pengetahuan, Ketrampilan, dan Aktivitas Keagamaan

MISI SEKOLAH
  • Menyelenggarakan pendidikan yang memadukan nilai-nilai luhur pesantren dan keunggulan pendidikan modern dalam memposisikan diri sebagai jawaban terhadap tuntutan kebutuhan masa depan.
  • Memfasilitasi kegiatan belajar siswa secara profesional, proporsional, dan optimal
  • Meningkatkan prestasi siswa di bidang keagamaan, pengetahuan umum, teknologi informasi, komputer, dan bahasa.

sejarah singkat


smp syubbanul wathon adalah sebuah lembaga pendidikan formal di lingkungan Pesantren salafiyyah A.P.I Tegalrejo Magelang dan dikelola oleh Yayasan Syubbanul Wathon. SMP berbasis pesantren ( SBP ) yang terletak dikaki gunung Merapi ini merupakan sebuah wujud kepedulian pesantren A P I Tegalrejo akan pentingnya pengembangan keilmuan yang mengedepankan akhlaqul karimah.
Keilmuan pesantren dan pengetahuan umum mutlak diperlukan untuk keberlangsungan kehidupan manusia. Pemetaan dan pemisahan antara keilmuan pesantren dan pengetahuan umum dalam kehidupan saat ini hanya akan menjadikan kebuntuan pengembangan keilmuan Islam.
Kebutuhan masyarakat saat ini adalah hadirnya lembaga formal unggulan yang mencetak teknokrat yang handal dan dapat membekali anak didik dengan nilai-nilai keislaman. Generasi muda saat ini membutuhkan beragam ilmu untuk dapat membawa kemajuan bangsa dan Agama. Ilmu umum, ilmu agama dan juga ketrampilan.
Karena hal tersebut Pesantren Salafiyyah Tegalrejo melihat pentingnya sebuah lembaga formal yang unggul dalam pengetahuan umum dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kelimuan pesantren. SMP Syubbanul Wathon hadir sebagai sebuah lembaga pendidikan alternatif yang diharapkan dapat mencetak kader bangsa yang intelektual, mempunyai Pemikiran yang mapan dan menjunjung tinggi akhlaqul karimah. Semua diramu dengan pemikiran yang matang yang sesuai kebutuhan dan kemampuan siswa.
 “One Stop Education” adalah slogan kami, disini anda akan mendapatkan pengetahuan umum untuk menjadi seorang intelektual, skill sebagai modal berkarya, dan keilmuan pesantren yang menjadi dasar dalam memahami nilai-nilai Islami. Semoga SMP Syubbanul Wathon dapat mewujudkannya, amin
 

smp syubbanul wathon


SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo merupakan salah satu dari 151 sekolah di Indonesia yang menjadi Pilot Project Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Agama RI sebagai Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) yang berangkat dari kegelisahan para petinggi di dua Kementrian tersebut atas kondisi lembaga-lembaga pendidikan formal yang belum maksimal dalam membentuk “produk” yang berkarakter kebangsaan dan ke-Indonesiaan.
Secara geografis SMP Syubbanul Wathon terletak di kaki Gunung Merbabu, berada diantara pedesaan yang asri dan pepohonan yang rimbun sehingga tercipta lingkungan yang sejuk, hening nan jauh dari hingar bingar perkotaan yang memungkinkan tercipta suasana Belajar dan Mengajar yang kondusif. Sekolah yang berdiri pada tahun 2010 dan diresmikan pada tanggal 6 Maret 2011 oleh Menteri Pendidikan Nasional Bapak Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA ini berada dibawah naungan Yayasan Syubbanul Wathon, yayasan yang diprakarsai oleh Almarhum Almaghfurlah KH. Abdurrachman Chudlori dan dinahkodai adik bungsu beliau KH. M. Yusuf Chudlori yang akrab disapa Gus Yusuf. Dalam menunjang dan mendukung Visi dan Misi sekolah maka proses transformasi ilmu harus berkesinambungan selama 24 jam, salah satu ikhtiar dalam rangka mengimplementasikan program tersebut maka keberadaan Pondok Pesantren Asrama Pelajar Islam (API) Tegalrejo adalah sebuah keniscayaan.
 
Dari dunia maya kami hadir untuk menjadi pemuda bangsa (Syubbanul Wathon) yang terampil, berwawasan luas dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pesantren dan berakhlakul karimah.
Dengan slogan “One Stop Education” kami belajar untuk menjadi yang terbaik and Happy Dunia Akherat. So, walaupun masih banyak kekurangan disana sini, tapi inilah awal kesuksesan kami. Semoga…

mengenal gus yusuf


kh. Muhammad Yusuf Chudlori di tengah-tengah masyarakat lebih dikenal dengan sebutan khas kaum pesantren, yakni Gus Yusuf. Sebutan ini didasarkan oleh faktor kesejarahan atau latar belakang beliau yang merupakan salah satu dari sebelas putra dan putri ulama kharismatik Tegalrejo Magelang al-marhum al-magfurlah K.H Chudlori (w.1977), pendiri (muasis) Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang yang didirikan pada tahun 1944 M. Pada tahun 2008 ini Ponpes tersebut memiliki ± 3.500 santri putra dan ± 2.500 santri putri.
Gus Yusuf yang lahir di Magelang pada 9 Juli 1973 ini sangat terkenal sebagai kiai muda yang dekat dengan berbagai kalangan. Hal ini dikarenakan selain beliau mengasuh pesantren, memberikan hikmah-hikmah keagamaan kepada masyarakat di berbagai majlis ta’lim, juga masih mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk perjuangan sosial-kemasyarakatan.
Diantara perjuangan sosial-kemasyarakatan yang digeluti oleh beliau adalah, mengelola komunitas kesenian-kesenian tradisional yang ada di Kab. Magelang, penasehat organisasi Komunitas Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif (KOMGANAZ) Kab. Magelang, mengelola radio komunitas (Fast-FM) yang menyiarkan program-program populis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari kajian keagamaan, mujahadah, berita-berita aktual, konsultasi kesehatan, bincang bisnis, infotainment, dsb.
Walaupun Gus Yusuf berlatar belakang pendidikan pesantren tapi beliau sangat dekat dengan para aktifis muda dan aktifis mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan formal (sekolahan). Kedekatan ini dapat terjalin karena Gus Yusuf adalah kiai yang terbuka (egaliter) untuk berdiskusi dengan kalangan aktifis muda sebagai upaya mengurai kenyataan yang selalu berkembang seiring dengan lajunya zaman.
Aktifitas dengan kalangan muda dan mahasiswa diantaranya dapat dilihat dari seringnya beliau terlibat dalam forum-forum diskusi kaum muda NU Jawa Tengah, bahkan beliau adalah salah satu penggagas dari forum-forum diskusi di kalangan kaum muda NU tersebut. Dalam jumlah yang tidak terhitung, beliau juga sering diminta mengisi seminar, talk show, dan bentuk diskusi lainnya mulai dari tingkat lokal, nasional sampai tingkat internasional, terutama dalam forum-forum diskusi yang mengangkat tema seputar pluralisme, toleransi antar umat beragama, kebudayaan, tasawuf, dan peneguhan nilai-nilai kebangsaan.
Latar Belakang Keilmuan
Dalam bidang keilmuan, pada usia dini sampai usia SD, Gus Yusuf menempa ilmu di pondok pesantren ayahnya. Selanjutnya beliau menempa diri dalam ilmu agama pada beberapa pondok pesantren. Tahun 1985-1994, Gus Yusuf nyantri di Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur di bawah asuhan KH Idris Marzuki. Selanjutnhya beliau menengguk ilmu di Pesantren Salafiyah Kedung Banteng Purwokerto, terakhir Gus Yusuf memperdalam ilmu keagamaan di Pesantren Salafiyah Bulus, Kebumen.
Karena latar pendidikan pesantren inilah, maka transformasi kelimuan melalui tradisi lisan (tutur) sudah menjadi bagian dari diri suami Vina Rohmatul Ummah (22) ini. Selain menyampaikan ilmunya di Pesantren API Tegalrejo (asuhannya), beliau juga sering berceramah di banyak majlis ta’lim, serta di radio Fast FM kelolaannya yang beralamat di Jl. K.H Hasyim Asy’ary No. 7 Pagotan Tegalrejo Magelang. Jadi, dalam hal berpanjang-panjang kata lewat lisan, kepiawaiannya tak usah diragukan.
Belakangan, Gus Yusuf yang merupakan ayah dari Ahmad Haikal Tanjani Khumaid (6), Yusfina Zahru Tsania (4), dan Aqila Alaya Sya’an (1,5) itu begitu antusias mengembangkan konsep tasawuf yang berdimensi sosial. Hal tersebut paling tidak bisa dilihat dari dakwah-dakwahnya yang disampaikan lewat siaran di radionya. Selain itu, beliau juga sangat gandrung pada persoalan kebudayaan. Kedekatannya dengan kalangan budayawan seperti Gus Mus, Cak Nun, Romo Kirjito, Tanto Mendut, Slamet Gundono, dan banyak lagi yang lain merupakan bukti dari kegandrungannya terhadap dunia kebudayaan.
Kecintaannya dengan dunia kebudayaan tersebut juga menjadi pilihan metode dakwah keagamaan beliau, yakni berdakwah dengan pendekatan ala Sunan Kalijaga. "Orang mungkin menganggap tasawuf itu sesuatu yang elitis dan sukar dipahami. Padahal kalau didedah secara sederhana dan diaplikasikan dalam dimensi kemasyarakatan, pasti akan mudah dipahami. Pola-pola dakwah Sunan Kalijaga tidak sedikit kandungan tasawufnya. Dan itu masih relevan untuk zaman sekarang." Tutur beliau penuh keyakinan.
Berjuang untuk Kepentingan Umat
Siklus zaman yang sedang sampai pada upaya demokratisasi sistem kehidupan di negeri ini, yang ditandai dengan terjadinya gerakan reformasi pada 1998, membangkitkan ghirah Gus Yusuf untuk bersama-sama dengan umat berjuang meningkatkan harkat hidup, merdeka, sejahtera, berdaulat, adil dan makmur. Dalam situasi bangsa yang dilanda krisis demikian akut sejak tahun 1997 ini, maka pilihan politik untuk perjuangan keumatan harus segera dijatuhkan.
Berangkat dari realitas sejarah bahwa selama kurang lebih 32 tahun negeri ini telah dikuasai oleh rezim otoriter, sehingga rakyat kebanyakan dibungkam hak-haknya untuk berekspresi, berpendapat, berkumpul, apalagi mengaktualisasikan ide-idenya dalam gerakan perjuangan. NU sebagai bagian integral dari rakyat Indonesia yang mayoritas hidup di pedesaan dalam tradisi pesantren juga telah dimatikan peran politik keumatan dan kebangsaannya. Maka, momentum reformasi menjadi titik awal kaum ’sarungan’ untuk bangkit kembali dengan didirikannya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) oleh para ulama kharismatik pada 23 Juli 1998. Jejak para ulama inilah yang telah membangkitkan semangat Gus Yusuf untuk mengabdikan tenaga dan pikirannya dalam perjuangan politiknya melalui Partai Kebangkitan Bangsa.
Politik bagi Gus Yusuf adalah sebagaimana makna politik dalam Islam. Dalam Islam politik disebut dengan istilah Siyasyah(Indonesia: siasat), tapi siasat di sini adalah dalam makna positif. Siasat dijalankan adalah dalam kerangka memenuhi kemaslahatan, bukan kemadlaratan. Ini sesuai dengan kaidah fiqih "tasharruf al-imam 'ala al-ra'iyyah manut bil maslahah" (kebijakan penguasa politik yang diberlakukan untuk warga Negara harus berorientasi pada kemaslahatan atau kesejahteraan umat).
Gus Yusuf menemukan makna perjuangan politik di atas dalam Partai Kebangkitan Bangsa, karena PKB memiliki kriteria tentang kesejahteraan umat (al-maslahah al-'ammah), yaitu: (1) kemaslahatn itu bersifat esensial: kepentingan yang secara praksis-operasional mampu mewujudkan kesejahteraan umum dan mencegah timbulnya kerusakan; (2) maslahah itu ditujukan untuk kepentingan rakyat banyak, bukan semata-mata individu; dan (3) maslahah itu tidak bertentangan dengan ketentuan atau dalil-dalil umum atau nash.
Selain kriteria kesejahteraan umat di atas, yang menjadikan Gus Yusuf ’se-hati’ dengan cita-cita politik PKB adalah kandunganmabda’ siyasy (prinsip-prinsip dasar politik) PKB, yakni menjamin hak-hak dasar rakyat yang harus dipenuhi oleh kebijakan pemerintah. Hak-hak dasar tersebut adalah: (1) kebebasan beragama atau mempertahankan keyakinan (hifz ad-din), sebagaimana dijamin dalam UUD 45; (2) keselamatan jiwa atau fisik dari tindakan di luar ketentuan hukum (hifz an-nafs); (3) keselamatan atau kelangsungan hidup keturunan atau keluarga (hifz an-nasl); (4) keamanan harta benda atau hak milik pribadi (hifz al-mal); dan (5) kebebasan berpendapat dan berekspresi (hifz al-'aql).
Mengembalikan Kedekatan PKB dengan Basis
Prinsip-prinsip perjuangan di ataslah yang menjadikan Gus Yusuf sampai hari ini masih mencurahkan tenaga dan gagasan-gagasannya di partai yang dilahirkan oleh Ormas Islam terbesar (NU) ini. Kiprahnya di dunia politik semata-mata dimaknai sebagai manifestasi diri sebagai insan yang mempunyai tanggung jawab untuk menjaga dan memperjuangkan keharmonisan dan keadilan dalam menata hidup secara kolektif. Beliau tidak pernah sama sekali berkeinginan untuk menjadi anggota legislatif atau bahkan kepala daerah.
"Untuk hidup keluarga saya, alhamdulillah saya masih cukup secara ekonomis. Saya masih punya sawah yang bisa digarap, sedikit-sedikit saya juga sudah mulai berwira usaha. Hal ini saya lakukan agar saya tidak mudah tergiur oleh ’kue-kue’ politik dan pragmatisme sesaat." Tutur Gus Yusuf.
Keteguhan komitmen beliau inilah yang memunculkan kepercayaan dari warga PKB sehingga pada tahun 1999–2007 beliau dipercaya memimpin DPC PKB Kab. Magelang. Setelah berkhidmat di DPC PKB Kab. Magelang selanjutnya Gus Yusuf ditunjuk oleh DPP PKB melalui keputusan rapat pleno DPP PKB pada 1 Mei 2007 untuk menjadi Pjs Ketua Dewan Tanfizd DPW PKB Jawa Tengah mengggantikan posisi Abdul Kadir Karding yang ditarik sebagai pengurus DPP PKB.
Transisi struktural yang terjadi di PKB Jawa Tengah dengan pengangkatan Abdul Kadir Karding sebagai pengurus DPP, menurut Gus Yusuf perlu dibarengi dengan pembenahan kultural. Dalam sebuah kesempatan ketika dihubungi Gus Yusuf menyampaikan “Di tubuh PKB sedang terjadi dua transisi, yakni transisi struklural dan transisi kultural. Transisi struktural lebih pada berjalannya roda organisasi untuk menjaga soliditas pengurus DPW dan DPC PKB se-Jawa Tengah. Sedangkan transisi kultural adalah bagaimana mengupayakan agar PKB lebih dekat dengan basis partai, yakni rakyat, pesantren, dan yang tidak kalah penting adalah kiai”. Selama ini pola hubungan antara yang struktural dengan yang kultural kurang berjalan secara seimbang. Yang sering diutamakan lebih pada hubungan struktural. Maka yang terjadi, kedekatan kultural sebagai pokok perjuangan partai menjadi tersisihkan.
Ketika proses sudah berjalan secara alamiah, dengan pengangkatan dirinya sebagai Pjs ketua DPW PKB Jateng, Gus Yusuf menilai bahwa ini adalah amanat. Ketika ditanya apa visi politiknya untuk membawa PKB Jateng ke depan, Gus Yusuf menjelaskan bahwa PKB tetap harus meneguhkan sebagai partai yang bergerak dijalur kultural, karena basis PKB memang dari akar rumput (grass root). “PKB tetap harus berjalan seiring dengan para kiai, karena memang beliau-beliau itu yang mendirikan PKB untuk kepentingan rakyat dan bangsa ini” tutur Gus Yusuf menegaskan arah perjuangan PKB Jawa Tengah ke depan. [jf]

Visi Politik Santri

K.H Yusuf Khudlori (Gus Yusuf) Pjs. Ketua Umum Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Tengah menyampaikan gagasan politiknya untuk membawa PKB Jateng menjadi partai yang kuat baik dari structur maupun cultur-nya.
PKB Jateng yang akhir-akhir ini mengalami transisi struktural, dengan pengangkatan Abdul Kadir Karding sebagai pengurus DPP, menurut Gus Yusuf perlu dibarengi dengan pembenahan kultural. Dalam sebuah kesempatan ketika dihubungi Gus Yusuf menyampaikan “di tubuh PKB sedang terjadi dua transisi, yakni transisi structural dan transisi kultural. Transisi struktural lebih pada berjalannya roda organisasi untuk menjaga soliditas pengurus DPW dan DPC PKB se-Jawa Tengah. Sedangkan transisi kultural adalah bagaimana mengupayakan agar PKB lebih dekat dengan basis partai, yakni rakyat, pesantren, dan yang tidak kalah penting adalah kiai”. Selama ini pola hubungan antara yang struktural dengan yang kultural kurang berjalan secara seimbang. Yang sering diutamakan lebih pada hubungan struktural. Maka yang terjadi, kedekatan kultural sebagai pokok perjuangan partai menjadi tersisihkan.
Dalam konteks transisi struktural yang seolah-olah menghadap-hadapkan antara Abdul Kadir Karding dengan Gus Yusuf sebagai pesaing untuk menjadi orang nomor satu di PKB Jawa Tengah, Gus Yusuf menyatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa ada masalah dengan Abdul Kadir, apalagi berniat mengganti posisinya sebagai ketua DPW. “Ketika diundang oleh Gus Dur saya sudah menyampaikan kepada beliau bahwa saya tidak akan mempersoalkan struktur kepengurusan DPW Jateng di bawah kepemimpinan saudara Kadir Karding”, tandasnya.Ketika proses sudah berjalan secara alamiah, dengan pengangkatan dirinya sebagai pengurus DPW dan disiapkan menjadi Pjs ketua DPW PKB Jateng, Gus Yusuf menganggap bahwa ini adalah amanat. Ketika ditanya apa visi politiknya untuk membawa PKB Jateng ke depan, Gus Yusuf menjelaskan bahwa PKB tetap harus meneguhkan sebagai partai yang bergerak dijalur kultural, karena basis PKB memang dari akar rumput (grass root). “PKB tetap harus berjalan seiring dengan para kiai, karena memang beliau-beliau itu yang mendirikan PKB untuk kepentingan rakyat dan bangsa ini” tuturnya. [jf]

buat domain gratis dan cara setting di co.cc


 pasti dah mengetahui tentang co.cc. Situs penyedia layanan domain gratis ini bisa kita manfaatkan untuk mengubah domain blogspot kita. Misal : namaanda.blogspot.com diubah menjadi namaanda.co.cc. Selain lebih terlihat simple, dengan mengganti alamat domain kita di blogspot dengan co.cc bisa lebih keliatan profesional. Yaa..walaupun sama2 gratisan...hehehe
Untuk bisa mengubah domain kita di blogspot menjadi co.cc, tentunya kita harus daftar dulu di co.cc dan membuat sendiri domain yang kita inginkan. Saya..pikir kebanyakan juga dah pada tau tutorial cara buat domain gratis di co.cc, tapi ternyata masih ada temen2 kita yang belum tau caranya. Makanya saya posting artikel ini.
Nah..buat temen2 yang mau pada bikin domain gratisan di co.cc, silahkan ikuti petunjuknya dibawah ini atau anda bisa cari referensi blog lain dengan materi yang sama tentunya
Langsung ke cara buat domain gratis di co.cc aja ya..
  • Silahkan menuju situs co.cc
  • Pada kotak yang tersedia, masukan nama domain yang ingin anda buat kemudian klik "check availability". Jika ternyata "available", teruskan saja prosesnya. Tapi kalo ternyata domain tersebut sudah ada yang pakai, ulangi lagi dari awal
  • Klik "continue to registration"
  • Lalu klik "create an account now'
  • Selanjutnya anda akan disuruh mengisi suatu formulir. Silahkan isi formulir tersebut dan jangan lupa kasih tanda centang pada "i accept the terms of service" lalu klik "create an account now"
  • Proses daftar domain selesai.
 

CARA SETTING DOMAIN CO.CC UNTUK BLOGSPOT

Setelah pada postingan sebelumnya, saya menjelaskan tentang cara buat domain gratis di co.cc, maka kali ini bagi yang sudah buat domain gratis di co.cc saya akan coba share cara setting domain anda yang di co.cc untuk mengganti domain anda di blogspot. Maksudnya, setelah melakukan setting domain ini, nama blog anda di blogspot akan di ganti dengan nama domain anda di co.cc. Contoh domain blogspot anda misalnya http://namadomain.blogspot.com diganti jadi http://www.namadomain.co.cc.
Buat temen2 yang belum pada daftar di co.cc, silahkan daftar dulu disini. Kalo belum tau cara buat domain-nya, silahkan baca disini. Nah..buat yang udah punya domain di co.cc trus belum di apa-apain / di setting, silahkan lanjutin bacanya...
Langkah 1
  • Login di co.cc
  • klik domain yang akan anda setting
  • klik "setup"
  • Lalu klik "zone record"
  • Kemudian isi kolom yang ada di zone record sesuai gambar di bawah kemudian klik "setup"
Langkah 2
Setelah setting di co.cc, sekarang saatnya menyetting di blogger. Caranya :
  • Login di Blogger
  • Klik blog yang akan anda rubah nama domain-nya
  • Klik "Pengaturan" lalu pilih tab "Publikasikan"
  • Klik "domain custom"
  • Klik "Beralih ke pengaturan lanjut"
  • Pada kolom isian domain anda, masukan "www.namadomain.co.cc" jangan lupa ubah nama domainnya.
  • Pada "gunakan host file yang hilang" biarkan saja. Langsung masukan "verifikasi kata" lalu klik simpan pengaturan
  • Selesai....
Setelah settingan selesai, anda jangan kaget jika tidak bisa mengakses blog anda. Karena proses pemindahan alamat domain ini memerlukan waktu. Bisa 1 atau 2 jam..bahkan bisa sampai 1 hari. Dan juga, anda jangan takut kehilangan traffic blog. Soalnya blog lama anda masih tetap bisa di akses. Cuma domain-nya langsung diarahkan ke alamat domain anda di co.cc

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes